Bagai tangis ombak mendera
Insan tiada apa berkata
Jerit tangis semua lah ada
Bukanlah sepi bak gurun sahara
Tanpa dinyana, ia pun hanyut
Menatap luka hati yang merana
Dengan sesaknya dahaga akan tujuan
Yang tak lain hanyalah luka yang terpendam
Namun, apalah daya.
Ia hanyalah seorang hamba yang hina
Tapi, hati itu laksana lampu pualam
Ia tak pernah redup walau di telan masa
Pualam Tetaplah Ada
4/
5
Oleh
Unknown


Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Silahkan tinggalkan Saran, kritik dan untaian nasehatnya dengan sopan.Thanks