Rabu, 20 April 2016

HNC: Kami Menunggu Pihak Internasional Untuk Menindak Rezim Assad

Gambar sisip 1

Jenewa - Kepala Komite Tinggi Negosiasi oposisi (HNC), Riah Hijab mendesak negara-negara besar untuk kembali mengevaluasi gencatan senjata di Suriah yang mulai rapuh. Karena, pihaknya tidak mungkin melanjutkan negosiasi sementara orang-orang Suriah terus menderita.

"Kami sedang menunggu untuk Suriah Support Group International (ISSG) untuk mengambil tindakan tegas terhadap orang yang membunuh rakyat Suriah," katanya kepada wartawan.

Untuk saat ini, pihak HNC telah menangguhkan pembicaraan damai, meskipun beberapa staff mereka masih tetap mengadakan pertemuan dengan utusan DK PBB di Jenewa.

"Tidak akan ada solusi bila Presiden Bashar alAssad masih berkuasa, ia hanya bermimpi," kata Hijab seraya membeberkan bahwa ia dan pejabat oposisi lainnya telah merencanakan untuk meninggalkan Jenewa pada hari Selasa.

Menanggapi adanya kesenjangan dalam masalah ini, seorang diplomat senior Barat menyampaikan idenya untuk kembali menggelar pertemuan negara-negara besar untuk berdiskusi.

"Ada pertanyaan, apakah kita perlu menegaskan kembali parameter penghentian pada satu titik dengan segera dan apakah akan ada perlu refleksi lebih lanjut oleh ISSG, tapi kami belum ada di sana," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault juga mengatakan kepada utusan khusus PBB Staffan de Mistura untuk kembali menyoroti tanggung jawab masing-masing pihak terkait pembicaraan ini, terutama pihak rezim Assad dan pendukungnya.

"De Mistura mesti mengharuskan mereka untuk mengerahkan tekanan yang diperlukan untuk membantu kelanjutan proses politik," paparnya dilansir dari Reuters.

Pemerintah Perancis sendiri telah menjadi pendukung utama oposisi dan telah berulang kali menyerukan Assad untuk minggir. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa pemerintah Suriah telah melanggar resolusi PBB, termasuk serangan rezim ke Aleppo.

"Selama empat tahun terakhir rezim telah memiliki sejarah menggunakan situasi pengepungan untuk mencetak poin politik. Untuk itu, PBB harus bertindak untuk mencegah hal ini," bebernya.

Selain itu, Ayrault juga menyarankan bahwa mekanisme pengawasan untuk penghentian permusuhan (gencatan senjata) dapat diperkuat dengan mengkoordinasikan bersama Dewan Keamanan PBB. 

Baru-baru ini, detasemen Rad’u Adz-Dazalimin (mencegah kezaliman) dari oposisi Suriah bersenjata kembali melancarkan operasi pembunuhan tentara rezim di jantung ibukota Damaskus, dan menyasar Sersan Abdul Hamid Kawa, salah satu anggota militer Suriah.

Detasemen Rad’u Adz-Dazalimin dibentuk pekan lalu dan dideklarasikan melalui dunia maya. Operasi pasukan ini di pusat Damaskus untuk memberikan rasa takut bagi militer Suriah dan pendukungnya.

Related Posts

HNC: Kami Menunggu Pihak Internasional Untuk Menindak Rezim Assad
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Silahkan tinggalkan Saran, kritik dan untaian nasehatnya dengan sopan.Thanks