Rabu, 20 April 2016

Dapat Lampu Hijau Dari Parlemen, Denmark Berencana Kirim 400 Pasukan ke Suriah dan Iraq

Hasil gambar untuk danish air force

Kopenhagen - Mayoritas parlemen Denmark menyatakan dukungannya untuk mengirimkan pasukan darat maupun udaranya dalam memerangi Negara Islam (ISIS) di Suriah dan Iraq.

Denmark dilaporkan akan mulai bergabung dengan pasukan koalisi Internasional yang dipimpin AS. Dalam perencanaannya, meraka akan mengirimkan jet tempur F16, 60 pasukan khusus dan pesawat angkut C-130J yang membawa 400 tentara Denmark ke Suriah.

Dalam perjalannya, Denmark nantinya akan mengirim empat pasukan udaranya dengan membawa tujuh jet tempur, dan tiga lainnya akan dicadangkan. Di Suriah, mereka sendiri ditugaskan untuk melakukan penyerangan, memantau dan mengumpulkan informasi.

Pengiriman pesawat angkut jenis C-130J juga akan dikerahkan selama enam bulan, yang akan digunakan untuk menjatuhkan berbagai pasokan kepada pasukan darat dan sejumlah bantuan kepada warga sipil.

Menteri Pertahanan Denmark, Peter Cristensen menyampaikan bahwa pihaknya akan bertempur di pihak pasukan oposisi Suriah. Selanjutnya, dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan keamanan.

Jubir urusan luar negeri Denmark, Enhedslisten juga menyatakan kegembiraannya untuk turut serta dalam membantu memerangi ISIS, dan menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menyerang warga sipil.

"Kami akan lebih dari senang untuk membantu memerangi ISIS. Tapi kami tidak akan melakukan pemboman dengan menargetkan warga sipil dan memberikan dukungan kepada pada ekstrimis," ujarnya dikutip dari cphpost.dk pada Rabu(20/04).

Di sisi lain, menlu Denmark (Kristen Jensen) mengakui bahwa keputusan untuk mengirimkan pasukan ke Suriah dan Iraq merupakan suatu hal yang sulit. Tapi, pihaknya diperlukan untuk mendukung koalisi AS.

"Saat ini ada kebutuhan yang menegaskan bahwa Denmark akan kembali dan memperkuat dukungan untuk upaya koalisi internasional, dan kami ingin memikul tanggung jawab tersebut," ungkapnya.

Seiring runtuhnya opsi gencatan senjata dan alotnya pembicaraan damai di Jenewa. Konflik Suriah nantinya akan kembali memanas antara faksi oposisi melawan pasukan rezim Assad.

Bahkan, sejumlah faksi oposisi baru-baru ini mendeklarasikan dimulainya operasi baru yang dinamai “Raddul Muzhaalim” atau operasi untuk menumpas para penindas.

“Pasca terjadinya banyak pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan rezim yang menargetkan kamp-kamp pengungsian, dan serangan yang terus berkelanjutan di kawasan dekat pemukiman. Dengan ini, kami menyatakan terbentukan medan operasi bersama,” pungkasnya.

Related Posts

Dapat Lampu Hijau Dari Parlemen, Denmark Berencana Kirim 400 Pasukan ke Suriah dan Iraq
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Silahkan tinggalkan Saran, kritik dan untaian nasehatnya dengan sopan.Thanks