Damaskus - Opsi gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan AS nampaknya hanya memperdalam luka warga Suriah yang telah dilakukan rezim Assad.
Hal ini dikarenakan banyak sekali warga sipil yang tewas dan terluka akibat serangan tentara rezim di saat berlakunya gencatan senjata.
Observatorium Hak Asasi Manusia yang berbasis di London mencatat, pasukan rezim Assad telah membunuh 614 warga sipil sejak adanya gencatan senjata yang dimulai pada akhir bulan Februari tahun ini.
Lagi pula, insiden pemboman yang yang dilakukan rezim paling besar sejak awal gencatan senjata terjadi pada hari Selasa kemarin, yang mana serangan udara rezim telah membunuh 61 warga sipil secara terpisah.
Akan tetapi, pada hari itu pula, pemimpin delegasi oposisi Suriah di Jenewa menyerukan masyarakat internasional untuk kembali memperbaiki gencatan senjata di Suriah yang telah runtuh.
Riad Hijab, Kepala Komite Tinggi Negosiasi oposisi (HNC) menyatakan bahwa lebih dari 550 warga Suriah telah tewas dan hampir 1.100 terluka sejak dimulainya gencatan senjata pada akhir Februari. Namun, kini "penghentian permusuhan" telah runtuh.
Suriah sendiri telah menjadi medan perang sejak tahun 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menumpas protes rakyat Suriah dengan menggunakan kekuatan militer.
Sejak saat itu, babak baru perjuangan rakyat Suriah dimulai dalam menghadapi rezim Syiah Alawi yang telah berkuasa beberapa tahun di Suriah.
HAM Suriah: Rezim Assad Telah Membunuh 614 Warga Sipil Sejak Dimulainya Gencatan Senjata
4/
5
Oleh
Unknown

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Silahkan tinggalkan Saran, kritik dan untaian nasehatnya dengan sopan.Thanks